BULAN KITAB SUCI NASIONAL 2019

Mewartakan Kabar Baik di Tengah Krisis Lingkungan Hidup “Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi” (Kej 9:13) Empat tahun lalu, 24 Mei 2015, Paus Fransiskus menerbitkan Ensiklik Laudato Si’ (LS), “Terpujilah Engkau”. Dalam Ensiklik itu Paus berbicara tentang perawatan bumi, rumah kita bersama. Diilhami oleh Gita Sang Surya Santo …

Continue reading →

Keluarga sebagai Sekolah Pengembangan Kemanusiaan.

Kita baru saja selesai mengikuti dan berpartisipasi dalam pesta demokrasi lima tahun sekali yang diadakan di negeri kita tercinta ini. Tahun ini juga diadakan pemilihan pemimpin nasional atau presiden, dan setelah melalui proses yang panjang akhirnya pemimpin untuk periode 5 tahun kedepan sudah ditetapkan. Beliau akan  memusatkan pembangunannya dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia, sehingga …

Continue reading →

Keluarga, Jadilah Sebagaimana Seharusnya

Sejak awal saat sepasang pengantin menerima sakramen pernikahan ada salah satu janji yang mereka ucapkan yaitu akan mendidik anak-anak yang nanti lahir dengan iman Katolik. Salah satu dimensi iman Katolik adalah nilai-nilai kemanusiaan yang sejatinya perlu dikenalkan, ditumbuhkan, di contohkan  dalam kehidupan keseharian orang tua kepada anak-anaknya. Salah satu pesan Paus Benediktus XVI pada pertemuan …

Continue reading →

Mengendalikan Kerusakan Lingkungan

Sumber daya hutan sebagai supporting life system adalah inti lingkungan hidup. Kondisi hutan yang kini sudah banyak terdegradasi maupun beralih fungsi menjadikan negeri ini banyak tertimpa bencana lingkungan. Kerusakan hutan terbesar dilakukan oleh perilaku manusia yang tidak terkendali. Penebangan tanpa ijin, kebakaran lahan dan hutan, perladangan lahan hutan, perambahan lahan dan konflik tenurial di kawasan …

Continue reading →

Menjadi Pastor: Melaksanakan Tritugas Yesus

Menjadi Pastor: Melaksanakan Tritugas Yesus Oleh: RD Jeremias Uskono Mengenai panggilan perlu dibedakan menjadi dua, yakni, panggilan umum dan panggilan khusus. Disebutkan demikian karena pilihan umat beriman. Disebut panggilan umum karena kebanyakan orang yang memilih untuk menempuh jalan panggilan ini. Hidup berkeluarga adalah panggilan yang banyak dipilih oleh umat beriman, maka ia disebut panggilan umum. …

Continue reading →

Komunikasi yang Efektif

“Taruh dulu dong hpnya, please! Ada yang ingin saya bicarakan sama kamu.” “Ngomong aja lah! Saya denger kok!” “Ya gak bisa gitu dong! Mana mungkin kamu dengar? Kamu sibuk sendiri dengan hp. Ini penting.” “Denger! Pasti denger! Saya kan gak budek! Lebay amat sih?” Pernah mengalami hal seperti ini? Atau pernah menghadapi situasi yang hampir …

Continue reading →

Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sedunia ke-53

“Kita adalah sesama anggota” (Ef 4:25). Berawal dari Komunitas Jejaring Sosial Menuju Komunitas Insani Saudara dan Saudari yang terkasih, Sejak adanya internet, Gereja selalu berupaya mendorong pemanfaatannya untuk melayani perjumpaan dan membangun solidaritas antarpribadi. Saya sekali lagi ingin mengajak Anda untuk merenungkan fondasi dan makna mendasar tentang keberadaan kita yang terbentuk melalui relasi. Dalam konteks …

Continue reading →

Berkat Ketekunan Usahanya Bertahan

SEKITAR 33 tahun sepasang suami istri warga Paroki Santo Fransiskus Asisi Sukasari ini, menekuni usahanya membuat aneka macam kue kering dan roti. Buah ketekunanan mereka ini menjadikan usahanya mampu bertahan lebih dari 30 tahun. Usaha ini berhasil menghidupi  keluaga, dari anak tiga sampai bercucu enam. Selain itu  juga mampu menghidupi pekerjanya yang turun temurun tetap …

Continue reading →

Melirik Bisnis Sampingan di Era Digital

Di Usia 21 Tahun, Diva Sudah Jadi Pebisnis Beromzet Rp 2,2 Miliar! Judul yang mantul ini saya baca di kompas.com tanggal 19 Februari 2019. Ini paragraf pertama dalam artikel tersebut: Di usia 21 tahun, Diva Velda sudah jadi pebisnis oleh-oleh makanan ringan dengan omzet miliaran rupiah di Kota Malang, Jawa Timur. Bahkan, dalam 7 bulan …

Continue reading →

Baik Buruk Media Sosial

Pada bulan Januari 2018 riset yang dilakukan oleh We Are Social sebuah perusahaan media asal Inggris yang bekerja sama dengan Hootsuite, memberikan paparan  rata-rata orang Indonesia menghabiskan 3 (tiga) jam 23 menit sehari untuk mengakses media sosial seperti yang dilansir  Kompas.com (1/3/18).   Sungguh luar biasa. Kalau jam kerja adalah 8 jam, berarti hampir separu jam …

Continue reading →