UMKM di Dalam Era Revolusi Industri 4.0 - Paroki St. FRANSISKUS ASISI - Sukasari

UMKM di Dalam Era Revolusi Industri 4.0

Saat ini dunia tengah bergerak memasuki suatu era yang disebut Revolusi Industri 4.0 atau singkatnya Industri 4.0. Cepat atau lambat, mau tidak mau, siap tidak siap, Indonesia juga harus berbenah diri untuk memasuki era Industri 4.0 ini. Termasuk sektor UMKM yang saat ini menjadi ujung tombak pemerintah dalam mendorong perekonomian Indonesia juga perlu mengadaptasi Revolusi Industri 4.0 ini. Mampukah sektor UMKM di Indonesia bertahan? Mampukah UMKM memanfaatkan apa yang ada di dalam revolusi industri ini untuk berkembang?

Apa Itu UMKM?

UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Menurut www.goukm.id, masing-masing usaha tersebut dibedakan dari besarnya aset dan omset. Usaha mikro memiliki aset Rp. 50.000.000 dan omset Rp. 300.000.000. Usaha kecil memiliki aset di atas Rp. 50.000.000 sampai dengan Rp. 500.000.000 dan omset di atas Rp. 300.000.000 sampai dengan Rp. 2,5 Miliar. Usaha menengah memiliki aset di atas Rp. 500.000.00 sampai dengan Rp. 10 M dan omset di atas Rp. 2,5 M sampai dengan Rp. 50 M.

Setiap tahunnya sektor UMKM ini terus mengalami pertumbuhan sehingga saat ini jumlahnya cukup signifikan. Sektor ini disebutkan memiliki daya tahan terhadap goncangan krisis ekonomi. UMKM terbukti tahan banting menghadapi krisis seperti yang pernah terjadi pada 2012 dan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada 2015. UMKM berhasil menjadi payung bagi Indonesia dalam menghadapi badai ekonomi.

Ketua Asosiasi UMKM Indonesia Muhammad Ikhsan Ingratubun mengatakan “Pada tahun 2018, UMKM itu menyumbang 60% ke PDB dari Rp14.000 triliun alias Rp8.400 triliun,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (19/6/2019). Kontribusi UMKM lainnya adalah penyerapan tenaga kerja. Beliau menjelaskan juga, “Yang penting lagi itu tenaga kerja. UMKM itu menyumbang 96% dari 170 juta tenaga kerja atau sekitar 121 juta. Pertumbuhannya tiap tahun 5%.”

Namun besarnya peran UMKM bagi perekonomian Indonesia tersebut tidak sejalan dengan kisah sukses UMKM. Sangat sulit bagi UMKM di Indonesia untuk naik kelas dan dapat bersaing pada level yang lebih tinggi.

Apa itu Revolusi Industri 4.0 atau Industri 4.0?

 Industri 4.0 adalah sebuah era dimana para pelaku industri menggunakan komputer yang saling terhubung dan berkomunikasi satu sama lain sehingga memiliki kemampuan untuk membuat keputusan tanpa melibatkan manusia. Singkatnya, dalam era Industri 4.0 keterlibatan manusia dalam suatu proses industri akan sangat berkurang.

Kalau keterlibatan manusia dalam suatu industri semakin berkurang, bagaimana dengan sektor UMKM? Seperti yang kita tahu, UMKM pada umumnya menggunakan tenaga kerja manusia. Apakah artinya UMKM yang harus beralih ke Industri 4.0 dengan mengurangi jumlah tenaga kerja manusia?

Pondasi UMKM Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Sebelum terlalu kaget dengan perubahan era yang sedemikian drastis, ada baiknya kita melihat beberapa hal-hal mendasar yang harus menjadi fokus utama dan pondasi dari UMKM, yaitu:

1. Produk dalam negeri yang berkualitas menjadi inti dari UMKM

Presiden Jokowi saat meresmikan pembukaan Pameran UMKM Export BRIlianpreneur 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (20/12/2019), berkata “Saya tidak tahu ya, pagi hari ini saya sangat bahagia. Waktu masuk, saya melihat produk Indonesia yang fashionable dan produk-produk makanan yang dikemas sangat baik”.

Dari pernyataan Bapak Jokowi dapat disimpulkan bahwa bahkan dalam era Industri 4.0 ini yang harus diutamakan oleh UMKM adalah mengembangkan, memproduksi dan menjual produk-produk dalam negeri, bukan mengimpor produk dari negara lain. Produk-produk anak bangsa harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Produk-produk dalam negeri yang berkualitas dan berdaya saing menjadi inti dari UMKM.

2. Fokus menguasai pasar dalam negeri

Pada kesempatan yang sama, Presiden Jokowi juga menekankan bahwa “Kuasai pasar dalam negeri, lalu merambah ke tingkat global” 

Tentu ini merupakan saran yang sangat masuk akal. Meskipun dengan kemajuan teknologi mempermudah UMKM menjangkau pasar global, tapi langkah pertama adalah kuasai pasar dalam negeri dulu.

3. Kepuasan pelanggan

Kepuasan pelanggan adalah nomor satu. Bahkan dalam era Industri 4.0, kepuasan pelanggan adalah hal yang sangat krusial. Apalagi jika bertujuan memasuki pasar global.

4. Memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat

Pemerintah saat ini berkomitmen untuk mendukung UMKM. Presiden Jokowi dan jajarannya terus menerus berupaya untuk kemajuan sektor UMKM ini, mulai dari kemudahan administrasi bagi UMKM seperti perijinan sampai dengan pembiayaan. Banyak bank yang bekerja sama dengan pemerintah untuk memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha UMKM. Tingkat suku bunga pinjaman KUR saat ini berada di tingkat 6%.

UMKM dan Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 sangat membantu UMKM. Tidak perlu memikirkan hal-hal luas dan yang rumit dari Revolusi Industri 4.0, tapi maksimalkan dulu sebagian kecil dari Industri 4.0 seperti penerapan teknologi digital dan internet, seperti:

1. Manfaatkan kecanggihan Google dengan membuka akun Google Bisnisku (Google My Business).

Dengan Akun Google Bisnisku, UMKM akan terdaftar di mesin pencari Google yang canggih, sehingga bisa menjangkau pelanggan dengan lebih mudah. https://www.google.co.id/business/

2. Jangan puas dan berhenti hanya dengan Google Bisnisku, manfaatkan pula media sosial. Saat ini, media sosial seperti Facebook dan Instagram sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan digital masyarakat Indonesia. Hampir setiap orang memiliki smartphone dan hampir setiap orang memiliki akun Facebook dan Instagram. Media sosial bisa menjadi tempat pertemuan potensial antara UMKM dan konsumennya. Gratis lagi.

3. Perlu komunikasi lebih rutin dan intens dengan calon konsumen dan konsumen? Pakai lagi aplikasi yang gratis seperti Whatsapp, Telegram, dan Messenger

4. Untuk transaksi jual beli pun sekarang semakin mudah dengan banyaknya fasilitas cashless payment alias pembayaran tanpa uang tunai. Tentunya hal ini semakin mempermudah pengiriman dan penerimaan uang antara UMKM dan konsumennya. Tidak hanya online banking tapi juga ada dompet digital atau eWallet seperti contohnya OVO, Dana, Sakuku, Gopay, LinkAja, dan masih banyak lagi. Kelebihan dari eWallet ini, mereka menyediakan program-program diskon dan promosi bagi merchant-merchant yang menjadi partner mereka.

5. Tidak punya toko? Tidak masalah, manfaatkan saja online marketplace alias toko-toko online seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, Blibli, dan masih banyak lagi.

6. Pengiriman produk pun sekarang jauh lebih mudah dengan banyaknya perusahaan jasa pengiriman yang jaringannya sudah tersebar hampir ke seluruh pelosok Indonesia. Pengelolaannya pun mudah karena perusahaan-perusahaan tersebut beradaptasi untuk melayani para pemilik toko online.

7. Merasa gaptek dan tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi digital? Jangan putus asa dulu, ada pelatihan-pelatihannya, kok! Bukan hanya untuk yang gaptek atau pemula, tapi juga untuk yang ingin lebih memahami lagi pemanfaatan teknologi digital. Untuk literasi digital, coba review Gapura Digital (https://gapuradigital.withgoogle.com/) dan Woman Will (https://www.womenwill.com/intl/id/)

Intinya, UMKM akan sagat terbantu dalam era Revolusi Digital 4.0 ini. Syarat utamanya adalah pondasinya harus kuat dulu. Sama seperti membangun rumah, tanpa pondasi yang kuat, rumah akan cepat ambruk. Setelah itu manfaatkan berbagai kemudahan yang ditawarkan teknologi digital dan internet saat ini. Tidak perlu semua, pilih-pilih mana yang paling efektif dan efisien sesuai kebutuhan dan perkembangan. Tertarik memulai UMKM? Tidak ada kata terlambat. Dengan teknologi digital dan internet, dunia ada di dalam genggaman. 

UMKM Indonesia, jiayou! Semangat! Go for it!

( Melinda Liu )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *