Tahbisan Romo Galih

Baru-baru ini Keuskupan Sufragan Bogor mendapat 3 (tiga) Imam baru, mereka adalah RD Yohanes Anggi Witono Hadi, RD. Fransiskus Joko Umbara dan RD. Petrus Sunusmo Galih Widodo yang selama ini membantu dan tinggal di Paroki Santo Fransiskus Asisi, Sukasari.

Tahbisan diadakan di Gereja BMV Katedral Bogor , Minggu (1/11) yang dilakukan oleh Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur sebagai Pentahbis, didampingi oleh Vikjen Keuskupan Bogor RD. Paulus Haruna dan Rektor Seminari St Petrus Paulus RD. Nikasius Jatmiko. Dalam homilinya Mgr. Paskalis Bruno Syukur mengatakan “Tahun 2020 ini kita kehilangan 3 (tiga) imam, tetapi pada tahun yang sama Tuhan memberikan kembali 3 (tiga) imam muda di Keuskupan Bogor”.  Seperti kata pepatah mati satu tumbuh seribu, kalau boleh disamakan hilang tiga tumbuh tiga, dalam situasi sulit seperti saat ini pun Tuhan masih berkarya.

Menurutnya panggilan menjadi imam adalah salah satu jalan mencapai kekudusan. Mencapai jalan kekudusan bisa juga dengan menjadi awam, menjadi seorang bapak, seorang ibu rumah tangga, orang-orang yang menghayati kehidupan Kristiani secara penuh. Selama di bumi yang meneladani  hidup seperti Yesus. Mengajarkan hal kebenaran adalah prioritas menjadi seorang imam. Panggilan seorang imam adalah pertama memberitakan injil, menggembalakan umat dan merayakan ekaristi kudus sebagai persembahan kepada Tuhan.  Menjadi pemimpin bukan untuk menguasai, tetapi membimbing dengan kerendahan hati. Sebagai imam juga harus siap berkorban bagi umat-umatnya seperti Kristus yang telah berkorban.

Dalam pengutusannya Bapa Uskup Paskalis tetap mengutus dalam sementara waktu Romo Yohanes Anggi Witono Hadi di Paroki Matius, Depok dua tengah. Romo Fransiskus Joko Umbara di Paroki Megamendung dan Romo Petrus Sunusmo Galih Widodo tetap di Percetakan Grafika dan tinggal bersama komunitas imam di Paroki Sukasari, sampai bulan Januari 2021 akan diadakan pengutusan bersama rekan-rekan imam lainnya.  

RD. Petrus Sunusmo Galih Widodo, lahir di Sukabumi 26 Oktober 1990.  Setelah lulus SMA BPK Penabur Sukabumi, ia masuk Seminari  Menengah Stella Maris Bogor. Kemudian  tahun 2010 memasuki tahun orientasi rohani Seminari Tinggi Petrus-Paulus  Keuskupan Bogor di Bandung. Setelah menyelesaikan studi filsafat (2011 – 2015)  tahun (2015-2016)  memasuki tahun orientasi Pastoral di Paroki Santo Markus Depok.  Kemudian kembali lagi ke Bandung untuk menyelesaikan pendidikan teologi (2016 -2019). Setelah selesai, tahun 2019 ia memasuki Tahun Pastoral di Percetakan Grafika Mardiyuana dan  tinggal di Komunitas Paroki St. Fransiskus Asisi Sukasari, sampai tahbisan diakonat dan tahbisan Imam di BMV Katedral Bogor. Motto Tahbisan diambil dari  Roma 14 : 8 “Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan”.

(Anto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *