Surat Gembala, Sambutan Pastor Paroki

Saudara-saudari Umat Paroki Santo Fransisikus Asisi, yang terkasih Hari Raya Natal biasanya dirayakan dengan sangat meriah. Ada juga sebagian orang yang menyatukan Natalan dengan liburan akhir tahun dengan bepergian ke tempat-tempat wisata yang jauh yang tentunya berbiaya tinggi. Tetapi dengan adanya Covid 19, maka perayaan Natal tidak lagi sehingar-bingar seperti sebelum pandemi. Natal tahun 2020 ini dirayakan dengan penuh kesederhanaan, seperti Yesus pada waktu lahir pun hanya dibaringkan di dalam palungan. Kesederhanaan itu misalnya tercermin dari biaya penyelenggaraan Natal di masa pandemi ini yang jauh lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya. Panitia hanya mengeluarkan biaya sekitar 25- 30% dari biaya Natal tahun lalu. Biaya selebihnya dipakai untuk
berbagai keperluan selain perayaan Natal, membantu keluarga-keluarga.

Dengan demikian kita merayakan Natal tidak mendasarkan pada hiasanhiasan, dekorasi, lampu-lampu , kemewahan, mengadakan perjalanan yang memerlukan anggaran besar, dan sebagainya; melainkan mendasarkan pada hati yang terbuka pada orang kecil. Menerima orang lain yang miskin dan sederhana, atau solider dengan orang kecil, mau berbagi makanan, berbagi berkah dengan sesama, tidak buta melihat kesulitan orang lain; ini berarti juga menerima Allah Yang Mahabesar yang menjelma menjadi manusia lemah, kecil, yaitu Yesus, “seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan “ (Lk 2:12,).

Merayakan Natal dengan cara demikian lebih terasa maknanya. Seakanakan kita menemukan kembali inti dari perayaan Natal. Kita menemukan terang Natal yang sesungguhnya, seperti “Bangsa yang berjalan dalam kegelapan telah melihat terang yang besar….” (Yes 9:1). Apabila hiasan Natal dengan lampu-lampu gemerlapan bisa mengalihkan perhatian kita kepada makna yang sesungguhnya, tetapi dengan cara terbuka bagi orang sederhana maka terbuka pula untuk menyongsong kedatangan Sang Juruselamat yang lahir dalam kesederhanaan.
Akhirnya Pohon Natal dengan hiasan-hiasan yang meriah, dekorasi yang megah hanyalah pendukung. Yang penting adalah hati yang terbuka siap menyambut Sang Juruselamat. Ia lahir bukan di kandang atau di goa tetapi dalam hati setiap pribadi.

SELAMAT NATAL 2020 DAN TAHUN BARU 2021
RD. Markus Lukas


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *