Seperempat Abad Berkarya

Berawal dari mendekor ruangan untuk acara pernikahan kakak dan adiknya, kemudian  diminta  untuk mendekor pernikahan kenalan adiknya. Dari situ lalu dia menekuni usaha menjadi dekorator acara pernikahan . Profesi ini diyakini peluangnya terbuka lebar, sementara jumlah pendekor masih belum banyak waktu itu. Sedang mendekor untuk  acara pernikahan  di lingkungan Paroki Santo Fransiskus Asisi mulai dikenal menyusul aktif  menghias Gereja saat perayaaan Natal.

Vincensius Sugih Lesmana  (58) demikian warga Wilayah Santa Maria Magdalena – Pakuan mengungkapkan  awal pilihan profesinya sebagai dekorator tempat/ruang  pernikahan.  Semula  dia  berangan- angan menjadi arsitek  “Puji Tuhan pilihan saya tak salah.  Dan  saya bersyukur kepada Tuhan yang berkenan membimbing saya sehingga pekerjaan  saya  bertahan sampai 30 tahun.  Pelanggan saya  juga turun- temurun,  dulu  saya mendekor ruangan ayahnya yang  menikah dan saat anaknya menikah saya juga yang mendekor. Tentu saya berterima kasih atas kepercayaan pelanggan  terhadap  pekerjaan saya,” kata Sugih   awal  bulan Februari di Roti Bakar Eddy,  seraya menambahkan pengalaman mendekor ini diperoleh ketika masih sekolah di SMA Regina Pacis diajak medekor untuk perayaan natal di Balai Pemuda Katolik oleh Pak Wendi, gurunya.

Diakui Sugih untuk menjalin usaha dengan pelanggan agar tidak terputus perlu kiat tersendiri,  selain itu perlu juga  memperbarui pola dekorasi sesuai dengan  perkembangan zaman  dan selera pelanggan  . “ 30 tahun yang lalu saya memakai hiasan bunga kertas,  sekarang pakai bunga asli yang beraneka jenis dan harganya juga sesuai dengan jenis bunganya serta bunga lokal atau impor, “ kata pemilik dan pendiri  “Sugih Decoration” yang didukung  karyawan tetap 3 orang dan tambahan sesuai kebutuhan 4 0rang. Sugih menambahkan ,” Selama 30 tahun mendekor selain pujian yang saya terima, ada  juga complain  tetapi semua itu saya terima untuk perbaikan” imbuhnya.

Tiga puluh tahun yang lalu adiknya menikah dan resepsinya di Gedung Wanita Jalan Sudirman, ruangannya Sugih yang mendekor. Dua tahun sebelumnya Sugih juga mendekor kakaknya yang menikah . “Teman adik saya tertarik akan dekor ruangan  yang saya kerjakan. Kemudian menghubungi saya untuk  mendekor acara pernikahannya.  Saya kaget sekaligus senang karena ada yang tertarik akan kerjaan saya  inilah titik awal usaha saya,” ujar Sugih yang masih melayang dari empat bersaudara

Ditambah lagi, menurut Sugih ,  saat itu ia diajak Beng Liat, perias pengantin, untuk  mendekor tempat/ruang penikahan  yang pengantinnya dirias  Beng Liat . “Beberapa kali saya diberi order Beng Liat , bukan saja medekor di Kota Bogor tetapi juga diluar Kota Bogor antara lain di Karawang,” tutur Sugih

Tidak Mimpi

Sugih tidak mimpi dia menjadi pedekor. Setelah lulus SMA Regina Pacis tahun 1983 dia melanjutkan kuliah D3 di Akademi Teknik Komputer Trisakti  Jakarta. Selesai kuliah tahun 1986 kemudian kerja sebagai programmer di perusahaan pengedar film di Jakarta.  Tahun 1990, Sugih keluar dari pekerjaannya sebagai programmer lalu merintis usaha sendiri sebagai decorator acara pernikahan . Usaha ini  diyakini peluangnya cukup lebar karena  pernikahan kan  tidak pernah berhenti.  

Tahun 2010-an, Sugih mulai aktif membantu mendekor di gereja Fansiskus Asisi saat perayaan Natal. Dan dari sinilah, Sugih mengaku mulai semakin dikenal dan   kerjaan merias ruangan  untuk pernikahan mulai diperoleh  termasuk merias dalam  gereja untuk acara pernikahan.

Dari tahun ke tahun usaha Sugih mulai dikenal. Bukan saja merias untuk ruang penikahan tetapi juga untuk peresmian kantor dan acara lainnya. Lokasi dan tempat yang dihias bukan saja di hotel tetapi di gedung pertemuan dan restoran.

Ketika  Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi (Aspedi) Kota Bogor dibentuk tahun 2017, Sugih dipilih menjadi seksi pelatihan dekorasi. Setahun kemudian Sugih  menjabat sebagai seksi pengembangan usaha di Pengurus Pusat Aspedi .  “Aspedi Kota Bogor saat dibentuk anggotanya sekitar 15 orang sekarang sudah mencapai 50 orang dan Ketua Aspedi Kota Bogor saat ini  Bu Suciati Lubis pemilik Susi Flower,” kata Sugih seraya menyebutkan sesama  anggota Aspedi tidak nampak  persaingan tentang harga .

Berdasarkan Lokasi

Mengenai besarnya nilai  jasa dekorasi menurut Sugih dihitung berdasarkan lokasi atau tempat penyelenggaraan, hotel atau non hotel ,  rumah makan dan bunga yang dipakai.  “Biaya  dekorasi berkisar antara dibawah Rp 5 juta sampai puluhan juta rupiah bahkan sampai ratusan juta rupiah,” kata Sugih seraya menambahkan kesepakatan bersama dibuat dan ditandatangani antara pengantin dan pihaknya serta saksi, setelah kedua belah pihak bersepakat. Dan  pembayaran  harus lunas  7 (tujuh)  hari sebelum acara penikahan  dilaksanakan.

Mengakhiri pembicaraanya, Sugih mengatakan dia akan terus menekuni usaha sebagai pedekor selama Tuhan memberi kesehatan untuk berkarya.  “Saya khawatir jenuh akan kerjaan ini, namun sampai sejauh ini Tuhan masih membimbing saya sehingga  tidak dihinggapi kejenuhan.  Dan sejumlah calon pengantin juga masih memerlukan jasa saya sehingga selama 30 tahun kegiatan mendekor saya tetap bertahan,” kata Sugih mengunci pembicaraannya.

( F X Puniman )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *