ArtikelOpini

Geliat OMK dalam Kehidupan Menggereja

Mendiang Presiden pertama kita, Bung Karno, pernah melontarkan kata-kata “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia “

Kata-kata yang penuh makna, teristimewa tentang keberadaan pemuda dalam kehidupan. Kata-kata seorang Kepala Negara yang mengakui betapa hebatnya potensi yang dimiliki Pemuda : kekuatan, semangat, penuh ide, kreatif, tekad untuk mewujudkan niat, kepercayaan diri, tegas, lugas, keberanian , usaha untuk mengatasi gangguan, hambatan , tantangan dan ancaman dalam meraih tujuan. Semua potensi itulah yang memang harus ada untuk mengguncangkan dunia, membuat perubahan atau pembaharuan, mengisi kehidupan dengan kegiatan-kegiatan yang lebih baik, lebih segar , menarik dan lain-lain.

Bagaimana dengan pemuda gereja kita ? Pada kesempatan ini, penulis akan membahas tentang Orang Muda Katolik ( OMK ), khususnya OMK Paroki Santo Fransiskus Asisi Sukasari, berdasarkan pengamatan penulis  sebagai umat gereja  SFA Sukasari.

OMK Paroki St.Fransiskus Asisi Sukasari, Bogor :

Unsur-unsur OMK Paroki SFA Sukasari :

– Kelompok remaja dengan latar belakang status mereka sebagian masih di SMP, sebagian di SMA/SMK

– Kelompok Pemuda dengan latar belakang sebagian masih sibuk kuliah, sebagian masih menunggu panggilan kerja, sebagian sudah bekerja/berkarya.

Kelompok remaja dan kelompok pemuda ini terbingkai dalam kegiatan gereja sehingga mereka ada yang aktif sebagai misdinar, aktif sebagai lektor, aktif mengikuti kegiatan TTK, aktif menjadi anggota koor OMK Paroki maupun koor wilayahnya, bahkan sebagian OMK paroki ada yang sudah mampu menjalankan tanggung jawab dan perannya mengajar Bina Iman Anak Paroki SFA Sukasari, sebagian juga aktif dalam kepengurusan di wilayahnya, bekerja di sekretariat, aktif dalam Dewan Paroki, bahkan ada yang mulai berkiprah dalam lingkup yang lebih luas yaitu keuskupan.

Kita bersyukur karena memiliki OMK yang sebenarnya bila diadakan pendataan pasti cukup banyak jumlahnya, ini bila kita lihat dari segi kuantitas. Jumlah OMK di setiap wilayah lumayan banyak, apalagi bila semua OMK wilayah dikumpulkan dalam OMK Paroki.

Dari segi kualitas, OMK Paroki SFA Sukasari cukup potensial.Meski secara pribadi, mereka pasti sudah sibuk dengan pendidikan/kuliah/tugas profesi mereka, meskipun banyak hambatan atau halangan yang menghadang, juga tantangan namun berbagai kegiatan masih bisa dilaksanakan. Berikut ini kegiatan-kegiatan yang pernah dilaksanakan oleh OMK Paroki SFA Sukasari, Bogor.

Berbagai Kegiatan yang pernah terlaksana dengan baik oleh OMK Paroki SFA Sukasari ( dalam kondisi biasa/ sebelum Pandemi ):

* Visualisasi Sengsara dan Penyaliban Yesus

Beberapa kali saya menyaksikan OMK Paroki SFA Sukasari melaksanakan kegiatan ini menjelang Perayaan Jumat Agung. Waaah, luar biasa. Siapapun yang menyaksikan kegiatan ini pasti akan menyimpulkan, kegiatan ini terlaksana karena kerja keras, ketelatenan dan semangat yang  dipegang teguh.Dengan kostum dan tata rias yang yang disesuaikan dengan tema, dengan dialog dan adegan yang diatur sedemikian apik, dengan iringan musik dan koor yang juga dipersembahkan oleh OMK, itu semua menunjukkan semangat kaum muda yang turut mewarnai kehidupan menggereja.

* Tugas Koor OMK saat perayaan Ekaristi Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI

Dua tahun yang lalu saat misa HUT Kemerdekaan RI, OMK bertugas bagian koornya.kebaya, kemeja, baju adat yang menunjukkan beragam corak daerah membalut tubuh-tubuh kaum muda yang cantik dan ganteng. Wooow keren ! Bukan itu saja, suara mereka cukup bagus, rupanya mereka menyempatkan diri untuk latihan koor di tengah kesibukan pribadi mereka. Saat tugas Koor 17 Agustusan waktu itu, jumlah mereka cukup banyak. Sayangnya saat tugas Koor di hari minggu biasa, jumlah anggota koornya tidak sebanyak itu, mungkin banyak kegiatan lain.

* Ziarek Misdinar dan Lektor

Biasanya  dilaksanakan dengan Pastor pendamping OMK, misdinar dan Lektor.Saat anak saya menjadi misdinar, anak saya juga mengikuti kegiatan Ziarek ke Sendangsono dan rekreasi ke tempat-tempat yang membuat mereka lebih bersemangat .Kegiatan ini sudah beberapa kali dilakukan.

* Perlombaan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI

Biasanya dalam situasi normal sebelum pandemi, OMK suka menyelenggarakan berbagai perlombaan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.Lomba antar wilayah yang disambut umat dengan cukup meriah.

* Pencarian dana untuk mempersiapkan suatu kegiatan

Untuk Suatu program yang membutuhkan biaya cukup banyak, biasanya OMK ulet dan gigih menggalang pencarian dana, misalnya dengan berjualan atau pernah juga dengan menampilkan nyanyian-nyanyian indahnya di halaman gereja yang cukup menarik simpatik umat setelah misa selesai.

* Tugas panitia pekan suci tahun 2019 :

Setiap wilayah, pasti pernah mengemban tanggung jawab sebagai panitia pekan suci.Kita bisa membayangkan, betapa sibuknya kita, apalagi saat kondisi normal, belum ada pandemi dulu. Setiap perayaan misa dilaksanakan 3 kali : Di kapel Bondongan, di Gereja SFA 2 kali, sore dan malam. Kesibukan ini dimulai dari saat pengumpulan daun palma, merapikan, membersihkan gereja, ibadat lamentasi, kamis putih, Pembasuhan kaki para rasul, Tuguran, Jumat Agung, Malam Paskah, Perayaan Paskah, menyiapkan para petugas, peralatan, buku liturgi, lilin untuk pembaharuan janji babtis, persembahan, dst

Semua itu pernah dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh OMK Paroki SFA Sukasari, saat Pekan Suci tahun 2019. Saya acungkan jempol untuk beberapa orang dalam OMK yang selalu ada saat pecan suci tahun 2019 yang lalu. Terima kasih untuk mereka yang selalu mendampingi dan hadir sebagai penyejuk bagi OMK. Terima kasih untuk mereka yang dapat membawa OMK berkembang, tanpa merasa ditekan. Karena anggota OMK sangat beragam.Sebagian masih mencari jati diri, sebagian punya idealis yang tinggi, sebagian enggan meluangkan waktu untuk berkumpul dalam OMK dengan alasan kesibukan, tugas-tugas kantor, dan juga latar belakang keluarga yang termasuk dalam kategori “ tidak mau aktif dalam kegiatan menggereja “.

Tugas Panitia Pekan Suci tahun 2021

OMK kembali dihadapkan pada tugas dan tanggung jawab sebagai Panitia Pekan Suci. Semoga tugas ini menjadi sarana bagi OMK untuk kembali bangkit setelah sekian bulan kita mengalami pandemi.Semoga semakin banyak OMK yang mau membuka diri untuk turut berperan dalam kehidupan menggereja.Semoga Tuhan memilih dan mengutus mereka yang berjiwa hangat, bersahabat, tegas, bisa merangkul, penuh semangat, mampu memimpin tanpa harus menekan, mampu tampil baik tanpa harus menjatuhkan, sehingga OMK Paroki SFA semakin berkembang.Tunas-tunas tumbuh dengan subur,kuncup-kuncup semakin mekar, kiprah dan karya nyatanya semakin mengharum di ladang Tuhan.Hidup OMK Paroki SFA Sukasari, tunas-tunas muda penerus gereja. Mari bergabung dalam salah satu kegiatan OMK. Koor OMK Paroki SFA Sukasari, anggota TTK , misdinar, lektor, guru/pembimbing bina iman anak.

Tak kenal maka tak sayang . Jangan enggan atau takut sebelum mencoba. Sisihkan sebagian waktumu untuk mewartakan kebaikan Tuhan dalam kegiatan menggerejaSemoga berkat Tuhan mengiringi langkahmu dalam menggapai cita-cita dan masa depanmu.

( E. Sri Hartati )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *