Ziarek di Bulan Rosario 2019 Wilayah St. Maria Magdalena, Pakuan

Kebersamaan, Keakraban dan Mengembangkan Iman Umat Wilayah St. Maria Magdalena, Pakuan dalam Ziarek di Bulan Rosario tahun 2019

Masyarakat Indonesia memiliki tradisi yang luar biasa, kita mengenal syukuran atas panen, tradisi dalam bergotong-royong dan sebagainya. Apapun bentuknya, tradisi tersebut berguna sebagai penuntun hidup masyarakat. Dalam Gereja Katolik pun memiliki tradisi yang sangat kaya. Tradisi yang hidup dalam Gereja lebih merupakan ungkapan pengalaman iman Gereja akan Yesus Kristus yang diterima, di wartakan, di rayakan dan di wariskan kepada angkatan-angkatan selanjutnya (keturunan).

Saat ini, kita bisa melihat ada berbagai tradisi yang ada di Gereja katolik, misalnya : Gua Natal, penggunaan daun palma dalam Minggu Palma, Devosi atau Ibadat Jalan Salib, Devosi atau penghormatan kepada Bunda Maria (Doa Rosario, Litani Santa Perawan Maria, Novena 3 kali Salam Maria dan berziarah ke Gua Maria), berpuasa pada masa Prapaskah, berpuasa 1 jam sebelum menerima komuni, pantang makan daging pada hari jumat, dsb. Tradisi semacam ini ternyata cukup membantu memperkuat identitas katolik. Akan tetapi beberapa diantaranya sudah tidak di praktekan oleh umat. Tradisi Gereja yang di ajarkan oleh Gereja Katolik adalah tradisi Apostolik, yaitu tradisi yang di peroleh dari Para Rasul, yang di perintahkan oleh Kristus untuk mewartakan semua perintah-Nya

(Mat 28 :19-20), dan mereka mendengar dari Roh Kudus.

Bulan Oktober yang didedikasikan Gereja sebagai bulan Rosario. Bulan Rosario merupakan salah satu doa tradisi Gereja Katolik. Bulan Oktober tahun ini, menjadi bulan Oktober yang istimewa bagi kita umat katolik. Karena Paus Fransiskus telah menetapkan bulan Oktober tahun ini sebagai BULAN MISI LUAR BIASA, dengan tema :” Dibaptis dan Diutus : Gereja Kristus dalam Misi di Dunia”, yang sekaligus memperingati 100 tahun terbitnya Surat Apostolik Paus Benediktus XV Maximum Illud (yang di keluarkan 30 November 1919), yakni dokumen tentang misi Gereja untuk membawa kepada dunia keselamatan dari Yesus Kristus. Melalui bulan Misi Luar Biasa, kita semua disadarkan kembali akan Mandat Agung, yang diberikan Yesus kepada semua umat beriman, yakni “Mewartakan Injil Keseluruh Dunia” (Mrk 16 :15).

Mgr. Pascalis Bruno Syukur, menghimbau kepada seluruh umat Paroki di Keuskupan Bogor, untuk semakin bertekun dalam Doa Rosario, bergabunglah dalam kegiatan doa di lingkungan maupun doa pribadi, dengan intensi khusus untuk terwujudnya Kerajaan Allah di seluruh dunia melalui misi yang kita lakukan. Kita bisa melakukannya dengan belajar dari Bunda Maria, yang dengan penuh sukacita menerima tugas perutusan-Nya, dengan berjanji kepada Tuhan, “ Terjadilah Padaku Menurut Perkataan-Mu” (Luk 1 :38). Maria melakukan hal itu, maka marilah kita menghayati baptisan kita dengan: menjadi utusan-utusan Allah, menjadi misionaris-misionaris utusan Allah, dan menggarami dunia melalui karya panggilan kita masing-masing. Dengan demikian kita menjadi wujud cintakasih Allah.

Terinspirasi oleh hal-hal tersebut diatas dan adanya keinginan umat wilayah untuk mengadakan ziarah di bulan Oktober ini. Maka pengurus wilayah mengisi kegiatan menggereja di bulan Rosario ini dengan sebagai berikut :

  • Tanggal 1 Oktober dimulainya pendarasan Doa Rosario bersama dan Litani Santa Perawan Maria di lingkungan-lingkungan, dilaksanakan setiap hari Senin, Selasa dan Kamis sebanyak 9 kali. Bulan Rosario di tutup hari Kamis, 31 Oktober 2019 dengan Misa Syukur yang di pimpin dan di persembahkan oleh RD David Lerebulan.
  • Berdevosi atau penghormatan kepada Bunda Maria, dilaksanakan pada tanggal 4, 5, dan 6 Oktober 2019 dengan berziarah :
  • Gua Maria Kereb Ambarawa
  • Gua Maria Pereng Kopeng, Salatiga
  • Gua Maria Ratuning Ketentreman Gantang, Magelang
  • Gua Maria di Hati Kudus Yesus Ganjuran, Bantul
  • Gua Maria Sumur Kitiran Mas Gereja Maria Assumpta, Pakem Kaliurang
  • Berdevosi kepada Hati Kudus Yesus di Ganjuran Bantul dan mandi air suci.
  • Devosi atau Ibadat Jalan Salib di Pereng Kopeng Salatiga
  • Selama dalam perjalanan selalu berdoa Rosario, Malaikat Tuhan dan Kerahiman ilahi secara bersama-sama.
  • Misa Ekaristi Minggu, 6 Oktober 2019 pekan bisa ke XXVII. Misa di pimpin dan dipersembahkan oleh RD. Agustinus Adi Indiantono di Hotel Pesona Yogjakarta pada pukul 06.00 WIB.

Bacaan pertama Hab 1: 2-3 ; 2:2-4, bacaan kedua 2 Tim 1 :6-8; 13-14, bacaan Injil Luk 17 : 5-10. Dalam renungannya Romo mengatakan : Nabi Habakub adalah salah satu Nabi dari Nabi kecil. Apa yang terjadi pada saat itu terjadi pula pada saat ini : seperti adanya penindasan, kekerasan, diskriminasi , ketidakadilan, hoaks, korupsi, dsb. Ketaatannya kepada Tuhan sangat luar biasa meskipun merasa tidak di dengarkan karena situasi sosial yang seperti itu , tetapi  Habakub mengeluh kepada Tuhan bukan kepada dewa-dewa lain dan dia percaya bahwa Tuhan akan memelihara mahluk ciptaan-Nya. Respon Tuhan adalah Habakub harus sabar karena Habakub ciptaan bukan kreator. Maka oleh karena imanmu kamu akan hidup dan Habakub adalah seorang yang penuh iman, dia percaya kalau Tuhan sang pencipta akan memelihara mahluk ciptaan-Nya dan Habakub di panggil oleh Tuhan yang membuat perjanjian dengan umatnya itu, untuk mengingat kesetiaan dan kasih Tuhan bagi mereka dan Habakub mengadu kepada orang yang tepat yaitu Tuhan sang pencipta, yang akan membereskan kekacauan yang terjadi di sekitarnya pada waktu itu, dan Tuhan pun akan bertanggung jawab untuk memelihara ciptaan-Nya. Iman itu apa sih? Iman adalah karunia, bukan karena jasa kita atau bukan karena kita ingin meraih tetapi karena Tuhan yang memberi.

Para Rasul pada bacaan kedua pun merasa ketakutan karena iman mereka tidak cukup kuat, dan mereka meminta kepada Yesus: ”Tuhan tambahkanlah iman itu kepada kami”.  Jika sabda Tuhan di tanggapi dengan iman, maka akan muncul yang namanya kekuatan yang dahsyat, yang tidak mungkin terjadi,  seperti : orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, orang sakit di sembuhkan. Inilah iman yang adalah karunia. Permohonan akan iman yang besar dan lebih kuat harus ada saat kita merayakan Ekaristi. Dalam Ekaristi khususnya dalam kredo, setelah homili yaitu Aku Percaya. Kita mohon kepada Tuhan bahwa kebenaran akan mengalahkan kejahatan dalam masyarakat. Seperti yang buruk kita ingin atasi tetapi tidak semua dapat kita selesaikan. Maka Paulus dalam suratnya kepada Timotius ia mengatakan bahwa Allah memberikan kepada kita bukan Roh ketakutan tetapi Roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Roh semacam itulah yang kita terima pada saat di baptis dan harus kita bawa dalam doa kita kepada Tuhan. Bukan hanya dalam perayaan Ekaristi tetapi kapanpun dalam setiap doa kita dengan kuasa, kebijaksanaan dan hanya kepada Tuhan. kita harus percaya kalau Tuhan sang pencipta akan bertanggung jawab akan mahluk ciptaan-Nya. Seperti bunga bakung yang tidak diberi pakaian dan tidak memintal tetapi pakaian Salomo saja tidak seindah bunga bakung, apalagi kita manusia, kita pasti di pelihara dan Tuhan pasti bertanggung jawab atas kita. Hari ini mari kita berdoa kepada Tuhan dengan memohon ”Tuhan tambahkanlah iman kami”.

Peserta Ziarek berjumlah 47 orang,  yang terdiri dari 8 pasutri, adapun umur yang pasutri yang tertua bernama bapak Nurdin Tatang yang berumur 81 tahun dan Ibu Heny Waty berumur 75 tahun, pasutri tersebut dapat mengikuti seluruh kegiatan ziarah dengan lancar dan 1 anggota yang termuda bernama Maria Utami yang berumur 22 tahun. Sebenarnya target yang di harapkan 50 orang. Hari terakhir, hari ke-4 adalah acara kuliner dan shoping oleh-oleh khas Semarang dan Jawa Tengah. Perjalanan di mulai pada hari Jumat, 4 Oktober 2019 pada pukul 05.00 WIB di mulai dengan doa pagi yang di pimpin oleh RD. A. Adi Indiantono, ketika di dalam bis panitia mengisi acara dengan mengadakan kuis, tebak gambar, estafet barang, undian berhadiah, para pemenang mendapatkan suvenir dari panitia dan dilanjutkan dengan karaoke. Dan tiba di di Ambarawa pada pukul 13.30 dengan cuaca sangat panas.

Untuk keindahan dan keseragaman panitia telah menetapkan dress code selama ziarah hari ke- 1 : baju warna biru, hari ke -2 : baju warna putih , hari ke – 3 : baju  warna merah, hari ke -4 : baju warna kuning atau hijau. Perjalanan pulang berjalan dengan lancar dan tiba di Komplek Pakuan pada Pukul 20.00 WIB, sebelumnya ditutup dengan doa syukur yang dipimpin oleh RD. A. Adi Indiantono.

Semoga ziarek ini semakin mengakrabkan hubungan antar umat wilayah satu dengan yang lain dan mengembangkan serta memantapkan iman kita semua. Kami mengucapkan terima kasih kepada RD. A. Adi I. Yang telah bersedia mendampingi dan membimbing umat wilayah St. Maria Magdalena dalam ziarek tahun ini. Kami mengapresiasi dan  mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta yang telah mengikuti ziarek ini. Semoga semua intensi yang kita panjatkan melalui Bunda Maria dapat di dengar dan dikabulkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Semoga kebersamaan dan keakraban umat wilayah St. Maria Magdalena dapat di adakan pada tahun-tahun yang akan datang.

( M.E Lydia F.S )

“SELAMAT BERDOA DAN BERKARYA”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *