Mari Bijak Menggunakan Plastik APP-2020, Wilayah St. Maria Magdalena

ENSIKLIK PAUS FRANSISKUS :  (Laudato Si) TENTANG MENJAGA LINGKUNGAN HIDUP

  • Injil menekankan kepedulian terhadap mahluk ciptaan Tuhan dan kaum miskin
  • Paus mendesak manusia bertanggung jawab untuk merawat lingkungan/bumi dan menjaga kelangsungan/masa depan bumi
  • Memelihara bumi adalahbentuk pertanggung jawaban manusia kepada Tuhan
  • Aktivitas yang berdampak pada lingkungan harus memperhitungkan hak-hak kaum miskin dan yg kurang mampu

Tuhan Allah membuat bumi sebagai tempat tinggal yang asri bagi umat manusia. Ia menyatakan bahwa semua karya-Nya sangat baik dan menugasi manusia untuk menggarap (bumi) dan mengurusnya.

Hamba Allah yang sejati berupaya untuk bijak membuang sampah (termasuk plastik) dengan aman dan sepatutnya. Plastik dan benda lain yang mengandung racun, dapat merusak lingkungan.

Limbah plastik sebenarnya dapat digunakan lagi atau didaur ulang. Jika daur ulang diwajibkan oleh undang-undang setempat, maka menaatinya berarti melaksanakan pesan Yesus sendiri, yaitu:

  • Sikap eksploitatif terhadap alam merupakan bentuk penodaan dan perusakan terhadap karya Allah yang agung. Kitab Suci menegaskan bahwa Allah telah memberikan bumi ini kepada umat manusia.
  • Bumi ini harus kita kelola, tetapi pengelolaannya harus dilakukan dengan penuh kasih sayang
  • Secara individu kita bertanggung jawab atas keputusan kita. Sang Pencipta memberi tugas kepada manusia untuk memelihara bumi.
  • Maka hendaknya ini memotivasi kita untuk membuat keputusan bijak dalam memperlakukan bumi dan mengelola sampah plastik.
  • Tuhan memerintahkan manusia untuk memelihara dan menjaga ciptaanya, alam, binatang dan tumbuh-tumbuhan.
  • Bumi bukan milik manusia saja yang boleh diperlakukan Tuhan mengaruniakan bumi agar semua mahluk nyaman tinggal di dalamnya.

Iman terbukti oleh perbuatan. Cara hidup mengungkapkan kepercayaan.

Maka, apakah iman yang kita akui benar-benar menjadi iman yang hidup?

  • Perwujudan imam kita, tercermin dari perbuatan-perbuatan kita, termasuk sikap terhadap lingkungan hidup dengan bertanggungjawab untuk mengelola sampah plastik agar tidak merusak
  • Tuhan memberikan kita TUGAS untuk menjadi TERANG dan GARAM DUNIA, agar melalui hidup kita, banyak orang bisa DIPULIHKAN dan DISELAMATKAN termasuk didalamnya berkiprah dalam menjaga bumi kita bersama dari dampak sampah
  • Menjadi  ‘kepala’  berarti kehidupan kita menjadi berkat, teladan dan membawa pengaruh yang luar biasa bagi banyak orang. 
  • Kita menjadi panutan bagi banyak orang;  ke mana  ‘kepala’  pergi, ke situ  ‘ekor’  pasti akan mengikuti. Bukan berbicara soal pangkat atau kekayaan yang dimiliki oleh seseorang tapi menekankan pada  ‘kualitas’  hidupnya.

Sebagai umat Katolik, hendaklah kita menjadi ‘kepala’ yang menjadi berkat, teladan dan memberikan pengaruh positif bagi semua orang dalam perilaku kita menjaga bumi ini dari kerusakan karena sampah plastik.  

KOMITMEN WILAYAH

Dalam upaya menjaga bumi dari kerusakan karena sampah plastik :

  1. Membentuk Tim Ekologi yang fokus pada pengelolaan sampah
  2. Tim Ekologi memulai aksi nyata dalam bentuk proyek percontohan pengelolaan sampah plastik rumah tangga di lingkungan Santa

Upaya berperan jadi ‘KEPALA’ berinisiatif, memimpin dan menghimbau setiap rumah di Perumahan Villa Intan Pakuan untuk memisahkan sampah plastik rumah tangga, menjadi dua jenis sampah, yakni: sampah organik dan sampah anorganik. Lalu menunjuk pihak ketiga untuk mengumpulkan sampah plastic tersebut.

Diharapkan ini juga sebagai upaya menjadi “garam dan terang dunia”, dalam hal membagi berkat kepada sesama, (memberikan dampak ekonomi bagi pemulung yang ditunjuk mengumpulkan sampah plastik itu.)

  1. Memperluas proyek percontohan pengelolaan sampah plastik di lingkangan St Clara ke lingkungan
  2. Melakukan road show dan diskusi membagi pengalaman dan mendorong lingkungan lain, di wilayah untuk mulai melakukan aksi nyata dalam mengelola sampah
  3. Dalam setiap acara di Wilayah Maria Magdalena berkomitmen untuk selalu ramah lingkungan, diantaranya:
    1. Dalam setiap kegiatan wilayah, melanjutkan komitmen untuk tidak menyediakan botol/gelas plastik kemasan air mineral, mewajibkan setiap umat wilayah untuk selalu membawa tumbler air minum
    2. Apabila melakukan ZIAREK, sedapat mungkin mengupayakan aksi nyata dalam menjaga lingkungan Misalnya mengumpulkan sampah plastik di tempat ziarah yang di datangi.
    3. Dalam acara makan, di upayakan menyediakan makanan yang ramah Misalnya tidak menggunakan kemasan plastik, mengganti dengan bahan-bahan organik (mis: daun),dll.
  4. Secara regular, mengundang pakar lingkungan/limbah diupayakan dari internal umat Katolik untuk berbagi ilmu tentang pengelolaan sampah plastik dikaitkan dengan keimanan
  5. Melanjutkan proyek pupuk kompos, yang sudah berjalan di wilayah.
  6. Apabila wilayah/Lingkungan melakukan kegiatan sosial, akan memfokuskan diri pada upaya pengelolaan sampah
  7. Dalam kegiatan wilayah/lingkungan yang melibatkan anak misalnya Bina Iman atau kegiatan lainnya, setiap pengurus/orangtua secara aktif ikut mendidik dan mendisiplinkan anak untuk memahami bahaya sampah plastik dan bagaimana seharusnya sebagai umat beriman berperilaku menjaga lingkungan hidup dari dampak sampah plastik.

KOMITMEN PRIBADI

Tuhan menganugerahkan kebijaksanaan kepada manusia. Sebagai mitra Allah dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, maka sudah selayaknya manusia bijak menyikapi masalah limbah plastik, yang makin menghawatirkan. Dimulai dari diri sendiri, keluarga, rumah, lingkungan, hingga wilayah. Hal-hal sederhana yang dapat dilakukan :

  1. Hindari penggunaan plastik yang dapat merusak
  2. Bijak menggunakan peralatan Jika memungkinkan, upayakan: Reduce, Reuse, Replace, Repair, Recycle,
  3. Hindari tas kresek, gunakan tas belanjayang bisa dipakai ulang
  4. Hindari penggunaan sedotan plastik, alat makan dari plastik, Biasakan membawanya dari
  5. Biasakan membawa tumbler/tempat minum dari rumah,
  6. Kurangi kemasan plastik untuk makanan, usahakan membawa wadah darir umah (yang dapat dipakai ulang)
  7. Kurangi konsumsi air mineral (gallon) mulai mencari alternatif lain (dimasak/disaring)
  8. Mulai membiasakan memasak sendiri, dalam upaya mengurangi kemasan makanan dalam
  9. Membiasakan memilah sampah rumah tangga menjadi dua jenis sampah, (organik dan anorganik). Khusus untuk sampah anorganik, mengikuti arahan Tim Ekologi di Lingkungannya. Sedangkan sampah plastic yang sudah dipisahkan, akan dikumpulkan oleh petugas yang telah
  10. Mendidik anak-anak untuk tertib membuang sampah pada tempatnya.
  11. Membiasakan diri membereskan piring bekas/sampah, setelah selesai bersantap, baik saat makan di rumah, maupun di luar rumah (outdoor/indoor). Dan berupaya mengurangi penggunaan

Menjadi tanggungjawab seluruh umat manusia untuk menjaga bumi bagi generasi selanjutnya. Teladan iman Katolik, meminta kita menjadi ’KEPALA’ dan bukan ekor, serta menjadi GARAM dan TERANG yang akan memberikan berkat, teladan dan contoh yang baik bagi orang lain di sekeliling kita.

Tularkan “virus” kebaikan untuk “berperilaku melestarikan alam dan menjaga bumi dari ancaman sampah plastik”. Jadikan diri sebagai duta pelestari alam dan lingkungan hidup.

Wilayah Maria Magdalena menjadikan momen APP 2020 ini sebagai tonggak perubahan perilaku, untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan hidup–khususnya—dari sampah plastik yang dapat merusak lingkungan. Kami mengajak dan menghimbau warga wilayah kami, untuk berkomitmen melakukan aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

( Tim Ekologi & Sie. Pewartaan, Wilayah St. Maria Magdalena )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *