Menjadi Pewarta

Dalam rangka memperingati Hari Komunikasi  Sedunia  seperti yang dipesankan oleh Bapa Suci Paus Fransiskus “Kita adalah sesama anggota” (Ef. 4:25) Berawal dari Komunitas Jejaring Sosial Menuju Komunitas Insani”.  Sabtu (29/6) Seksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki St. Fransiskus Asisi mengadakan Pelatihan Jurnalistik Digital Media.  Selain dalam rangka memperingati hari komunikasi sedunia, kegiatan ini juga bertujuan untuk merekrut kontributor dari  wilayah-wilayah yang ada.

FX. Puniman sebagai narasumber sesi pertama yang membawakan materi penulisan berita dan pengalamannya selama menjadi wartawan, membuka cakrawala peserta yang hadir agar bisa menjadi wartawan atau pewarta. Ia  berharap agar peserta jangan takut untuk menulis berita apa saja yang ada diseputar wilayah dan tempat tinggal. “Untuk dapat menulis dengan baik, banyak-banyaklah membaca karena itu akan menambah pembendaraan kata”, ungkap Pak Pun.

Sementar di sesi kedua mengenai Foto Jurnalistik dibawakan oleh A. Sudarmanto yang juga sebagai Pimpinan Redaksi Berita Paroki. Menurutnya banyak orang tidak mengetahui apa itu foto jurnalistik, sebagian orang dalam mengirim foto ke meja redaksi itu foto selfie bukan foto berita atau kegiatan yang sedang diliput. Foto berita beda dengan foto Selfie. Selain itu ia berharap para kontributor dari wilayah dalam pengambilan foto harus mengetahui kapasitas kamera atau handphone  yang dipakai sehingga gambar yang dihasilkan dapat maksimal.

Pada sesi ke 3 (tiga) yang merupakan sesi terakhir, Wahyu Nurmansya selaku praktisi digital media banyak menerangkan perlengkapan apa saja yang diperlukan dalam pengambilan video atau gambar. Selain itu juga beliau menerangkan tehnik pengambilan gambar video yang baik sehingga layak untuk masuk di sosial media yang ada. Pengambilan gambar atau video melalui handphone android pun sudah layak asal dilakukan dengan benar. Mengingat android saat ini sudah cangih-cangih. Editing adalah proses yang perlu juga dikuasai oleh filmmaker dan itu bisa di download secara gratis melalui internet.  

Meskipun hanya dalam waktu  2 (dua) minggu panitia mengadakan promosi peserta yang  mendaftar sebanyak 34.  Antusias orang muda untuk dapat mengikuti perkembangan dunia digital sungguh luar biasa. Terlihat dari aktifnya peserta dalam bertanya kepada narasumber. Panitia, dalam hal ini Redaksi Berita Paroki mengakui perlunya diperbanyak waktu pelatihan agar dapat mejawab kebutuhan dari peserta yang hadir. Tidak cukup diadakan dalam 1 (satu) hari mengingat materi yang diajarkan cukup banyak dan perlunya pratek lapangan. 

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *