Pelayanan dalam Gereja bukan sekadar tugas, aktivitas komunitas, atau rutinitas yang kita lakukan demi memenuhi kewajiban. Pelayanan adalah jawaban kasih atas panggilan Allah yang lebih dahulu mengasihi dan memilih kita. Setiap orang yang dibaptis dipanggil untuk ambil bagian dalam perutusan Kristus: menjadi terang dunia, garam dunia, dan saksi kasih Yesus di tengah kehidupan sehari-hari.

Namun, perjalanan dalam pelayanan seringkali tidak mudah karena banyak berhubungan dengan berbagai karakter orang dan kemauan masing-masing. Ada kelelahan, kekecewaan, perbedaan karakter, bahkan pergumulan batin. Di sinilah kita diundang untuk mendalami makna pelayanan yang bertanggung jawab, yaitu pelayanan yang lahir dari hati yang mencintai Tuhan, bukan dari ambisi pribadi, pelayanan yang berakar pada doa, bukan pada ego individu, pelayanan yang dijalankan dengan integritas, ketekunan, kerendahan hati, dan kesetiaan.

Gereja Katolik mengajarkan bahwa setiap pelayanan harus bersumber dari iman yang hidup, terhubung erat dengan Sakramen, terutama Ekaristi, yang menjadi puncak dan sumber seluruh perutusan Gereja. Dari Ekaristi kita belajar menyerahkan diri seperti Kristus, yang datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani.

Melalui renungan ini, kita diajak merenungkan kembali apa arti pelayanan?. Bagaimana kita memaknai panggilan ini? Apa dasar spiritualitas yang menuntun langkah kita? Bagaimana kita tetap bertanggung jawab, tetap setia, dan tetap rendah hati di tengah tantangan yang muncul?

Marilah kita sadari bahwa pelayanan bukan hanya pekerjaan tangan, tetapi buah dari hati yang dipenuhi oleh Roh Kudus. Semoga kita belajar melayani bukan karena mampu, tetapi karena Tuhan yang memampukan.

“Kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.” (1 Korintus 12:7)

“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” (1 Petrus 4:10)

Akhirnya, marilah kita mempersembahkan seluruh pelayanan kita kepada Kristus, Sang Pelayan Sejati, agar melalui diri kita, kasih-Nya semakin nyata, dan kerajaan-Nya semakin dihadirkan di dunia. Amin

(Oleh : Stefanus Indra Wahyu)

(Referensi buku: “Mendalami Pelayanan yang Bertanggung Jawab” oleh Dr. S. Indra Wahyu, MM, 2025)