Perayaan Natal Bersama yang Menyalakan Harapan di Paroki St. Fransiskus Asisi Sukasari

Sukasari, Bogor — Suasana Natal yang hangat dan penuh pengharapan terasa kuat di Ruang Mikael, Gereja St. Fransiskus Asisi Sukasari, pada Sabtu, 3 Januari 2026, pukul 19.00 WIB. Melalui acara bertajuk “Symphony of Christmas: Carols of Hope”, Paroki St. Fransiskus Asisi Sukasari menggelar Perayaan Natal Bersama yang dikemas dalam bentuk konser rohani, refleksi iman, dan perjumpaan lintas generasi.
Acara ini diselenggarakan oleh Panitia Koor Laudasion, dengan dukungan penuh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Fransiskus Asisi Sukasari. Sebanyak 480 undangan tersebar dan menghadirkan umat dari berbagai wilayah, komunitas, serta tamu undangan khusus, mencerminkan semangat kebersamaan dan persaudaraan dalam perayaan Natal.


Doa Pembukaan dan Sambutan Natal
Rangkaian acara diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Diakon Damas Adi. Dalam doa tersebut, umat diajak untuk mempersiapkan hati dan menyerahkan seluruh rangkaian perayaan ke dalam penyelenggaraan Tuhan, agar setiap pujian, refleksi, dan perjumpaan sungguh menjadi sarana pewartaan iman dan pengharapan Natal.
Setelah doa pembukaan, acara dilanjutkan dengan penampilan pembuka yang khidmat, sebelum memasuki rangkaian sambutan-sambutan yang memperdalam makna perayaan malam itu.
Ketua Panitia, Ibu Vicky Alexandra, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan berkontribusi dalam penyelenggaraan acara. Ia menegaskan bahwa Symphony of Christmas: Carols of Hope bukan sekadar konser Natal, melainkan ungkapan iman, pelayanan, dan kebersamaan umat Paroki St. Fransiskus Asisi Sukasari.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Romo Paroki St. Fransiskus Asisi Sukasari, RD. Yustinus Dwi Karyanto. Dalam refleksinya, Romo Dwi menekankan bahwa Natal adalah peristiwa kasih Allah yang terus dihidupi melalui pelayanan nyata dan kebersamaan umat. Kolaborasi antara koor, OMK, dan seluruh elemen paroki menjadi tanda Gereja yang hidup, sinodal, dan terus bertumbuh.

Mewakili Keuskupan Bogor, Sekretaris Jenderal Keuskupan Bogor, RD. Marselinus Wisnu Wardhana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Ia menegaskan pentingnya seni dan musik gerejawi sebagai sarana pewartaan iman yang mampu menyentuh hati umat, sekaligus menghadirkan pengharapan di tengah dinamika kehidupan melalui perayaan Natal.

Kolaborasi Pujian, Tari, dan Talenta Umat
Selain sambutan dan refleksi, malam Natal ini juga dimeriahkan dengan beragam penampilan seni dan pujian. Salah satunya adalah penampilan Starlight Kids Dancer, yang menghadirkan tarian penuh sukacita dan semangat Natal. Melalui gerak yang sederhana namun penuh makna, anak-anak ini menyampaikan pesan kegembiraan, kepolosan, dan harapan yang menjadi inti perayaan kelahiran Kristus.

Acara semakin semarak dengan kehadiran Koor Wilayah Tajur – St. Caecilia Choir, yang turut ambil bagian memeriahkan perayaan. Terinspirasi oleh Santa Caecilia, pelindung para musisi gereja, koor ini mempersembahkan pujian Natal sebagai wujud pelayanan dan pengabdian kepada Tuhan melalui musik gerejawi yang indah dan penuh penghayatan.

Momen yang sarat makna terjadi ketika RD. Mikael Endro Susanto, pendiri Koor Laudasion, membagikan kisah awal berdirinya Laudasion 18 tahun yang lalu. Dalam kesaksiannya, ia mengenang perjalanan panjang Laudasion yang berawal dari kerinduan sederhana untuk memuji Tuhan melalui nyanyian, hingga bertumbuh menjadi komunitas pelayanan musik gerejawi yang setia melayani Gereja.
Sebagai pendiri, RD. Mikael menegaskan bahwa Laudasion sejak awal dibangun dengan semangat pelayanan, bukan untuk mencari popularitas, melainkan untuk memuliakan Tuhan dan membangun iman umat. Perjalanan pelayanan selama 18 tahun ini menjadi kesaksian akan kesetiaan Tuhan yang senantiasa menyertai setiap langkah Laudasion dalam melayani Gereja.
Natal sebagai Nyanyian Pengharapan
Melalui tema “Carols of Hope”, seluruh rangkaian acara mengajak umat untuk kembali meneguhkan iman dan harapan. Lagu-lagu Natal yang dibawakan oleh Koor Laudasion, OMK, St. Caecilia Choir, serta para pengisi acara lainnya tidak hanya menjadi hiburan rohani, tetapi juga menjadi sarana refleksi akan makna Natal yang sejati: Allah yang hadir dan menyertai umat-Nya.



Symphony of Christmas: Carols of Hope menjadi bukti bahwa perayaan Natal di Paroki St. Fransiskus Asisi Sukasari bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang perjumpaan iman, seni, dan kebersamaan umat lintas generasi. Dalam pujian, tarian, dan doa, harapan kembali dinyalakan, dan semangat Natal terus dihidupi dalam kehidupan menggereja sehari-hari.
ADH


