Senam Sehat Dan Pesta Umat

Para Peserta Senam Sehat dan Pesta Umat Paroki Sukasari

Pagi hari takala sinar matahari baru saja menerangi bumi, seribu lebih umat Paroki  St. Fransiskus Asisi, Sukasari Bogor, bersiap mengikuti senam sehat di plataran Gereja. Kamis (28/9). Nampak tenda stand-stand makanan juga turut memadati area parkir Gereja.

Tepat pukul 06.00 WIB   acara senam sehat dan pesta umat pun dimulai, nampak ribuan umat berantusias mengikuti acara. Nampak Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim beserta jajarannya bersemangat mengikuti senam. Kepada Majalah Hidup  ia mengatakan “Pertama-tama saya mengucapkan selamat kepada Gereja St. Fransiskus Asisi  yang telah berusia 60 tahun. Ini sungguh pencapaian yang luar biasa, di tengah kondisi dimana kita semua bersemangat untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan,  dibawah Pancasila dan UUD 1945”, ungkapnya. Ia berharap ke depan, penguatan nilai-nilai kebangsaan ini bisa memperkuat keberagaman di Kota Bogor yang sebelumnya dikenal sebagai kota yang toleran. Diperlukan kontribusi dari berbagai kalangan, termasuk kalangan umat Katolik, Kristen, Budha, Hindu dan sebagainya. “Saya hadir disini dalam rangka menguatkan semangat umat disini”, tegasnya.  Ia berharap umat Katolik juga berperan dalam kegiatan sosial ekonomi, meingkatkan kepedulian pada masyarakat dan mendorong juga kebersamaan, terutama berkontribusi di bidang pendidikan”, imbuhnya.

Ditempat yang sama Romo Marselinus Wisnu Wardhana Selaku Sekretaris Keuskupan Bogor yang mewakili Kuria Keuskupan Bogor memaparkan  puji dan syukur, perayaan ulang tahun Gereja St. Fransiskus Sukasari, ditanggapi dengan bahagia, dengan gembira dan sukacita, oleh umat beriman di Paroki Sukasari ini. Sehingga perayaan ini menjadi perayaan bersama, umat berjalan bersama-sama. Dimana dalam perayaan ini umat sangat berantusias dan mengikuti setiap rangkaian yang dibuat oleh panitia. “Harapan saya sebagai pribadi tentu melihatnya dalam kontek Gereja Keuskupan, sehingga kami senantiasa berharap umat semakin dewasa, umat semakin menyadari betul, bahwa iman akan Kristus, membutuhkan tempat, membutuhkan komunitas, membutuhkan persekutuan, yang senang tiasa dihidupi oleh banyak kegiatan yang bermanfat bagi umat”, imbuhnya.

Selain senam sehat acara perayaan puncak ini juga diisi berbagai lomba diantaranya festival line dance, gerak jalan mata ditutup, festival nusantara dan lain sebagainya. Romo Yustinus Dwi Karyanto selalu Pastor Paroki mengemukakan perayaan ini merupakan suatu kegembiraan umat, dalam perayaan 60 tahun paroki, setelah berbagai kegiatan seperti rohani, bidang pengabdian kemasyarakat, dan sekarang ini merayakan persaudaraan dengan senam bersama dan makan bersama. “Dalam kebersamaan  ini menunjukkan berakar dalam iman, bertumbuh dalam persaudaraan, dan berbuah dalam pelayanan kasih”, ungkapnya. Sebelum perayaan puncak dalam kurun satu tahun ini  berbagai kegiatan telah dilakukan, seperti pada saat 17 Agustus  melakukan kegiatan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat, ada sembako murah dan ada pengobatan gratis.

Romo Dwi berharap setelah 60 tahun,  diharapkan hidup menggereja umat itu  tidak hanya sekedar perayaan ekaristi saja. Tetapi mau berkumpul di lingkungan, di wilayah, berkumpul bersama, kemudian menghidupkan komunitas basis, sehingga kebersamaan dalam lingkungan itu bisa terwujud, bukan hanya di bidang Rohani tetapi bidang sosial dan pelayanan. (A. Sudarmanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *